Wednesday, June 22, 2011

TREND MODE

Sekal sebulan belakangan ini tiba tiba saja jalanan di Bali dijejali sepeda jenis spinky, yakni sepeda dengan roda ukuraan 20 inchi dengan stang tinggi. Mereka berkeliaran sepanjang jalan kampung di Bangli sampai jalan By Pas di Kuta dan Jimbaran. Keberadaannya menonjok mata di akhir pekan tak peduli pagi buta atau larut malam mereka bersepeda. Konon bukan untuk mengurangi emisi gas karbon tapi untuk sebuah kepentingan, demi trend dan ikut jaman.

Harga sepeda yang mencapai Rp 2.5 juta tak jadi halang rintang, semuanya mengowes sepeda trendy itu. Toko sepeda bermunculan, dan sepeda makin banyak saja. Tapi yang jadi masalah adalah mereka bersepeda bergerombol di jalan bebas hambatan. Mengagetkan supir truk yang bisa saja karena mengantuk menyeruduk mereka.

Juga menghalangi pengedara motor karena kadangkala pesepeda ini bersepeda berjajar tiga karena untuk keakraban dan romantisme barangkali.\

Bersepeda yang awalnya hanya dilakukan oleh tukang rumput, tukang krupuk atau tukang soder keliling tiba tiba jadi kegemaran orang kaya. Mereka memamerkan sepeda modern trendnya berkeliling kampung. Sehat iya tapi resiko keserempet motor juga tinggi. Dagang sepeda yang paling untuk karena sepeda yang harganya Cuma Rp 1 juta itu diborong seperti memborong kerupuk dengan harga Rp 2.5 juta. Sedangkan bahannya adalah aluminium murahan yang gampang sekali rusak dan ringsek.

Tapi yang namanya mode dan trend tak mementingkan mutu yang penting bisa bergaya. Entah darimana datangnya duit yang tiba tiba saja seperti berjatuhan dari langit, karena kalau di setiap Kabupaten saja ada 10.000 sepeda spinky seperti itu dari 8 kabupaten berarti terdapat 80000 sepeda yang nilainya tak kurang dari Rp 10 milyar jumlah yang cukup untuk memberi beras dan minyak goreng penduduk 1 kecamatan.

Tebal: 120 hal.

Harga: Rp 35.000

Pesanan: w.budiartha@gmail.com

No comments:

Post a Comment