Belakangan mereka yang datang ke Bali tak hanya dimanjakan, mata telinga dan dompetnya. Tapi juga lidahnya. Ada beragam makanan yang bisa sesuai selera turis manca negara yang datang ke Bali. Mulai dari sekedar sayur urap yang mirip salad. Sampai lawar yang mirip dengan masakan es cargo.
Juga ada sate lilit yang bila bumbunya tidak terlampau pedas jadi mirip seperti meat mix di Eropah. Tapi tetap saja nasi ayam yang terdiri dari nasi putih, dengan sayur urap dan ayam yang dimasak dengan cara dibungkus pelepah pinang dan diber base gede.
Bumbu yang dibuat dengan campuran mulai dari cabai, bawah merah dan bawah putih. Juga ada kunyit jahu, laos dan ketumbar serta merica dan cengkeh. Semuanya ditumbuk sampai halus dan dimasukkan dalam rongga perut bebek atau ayam yang akan di betutu.
Kemudian dibakar dengan api kecil dalam tungku yang dipanasi dengan sekam selama 5 jam. Bisa dibayangkan daging bebek yang empuk atau daging ayam yang lembut dengan aroma bumbu harum dan gurih itu. Kemudian ketika menghidangkannya diberi taburan kacang goreng atau bawang goreng.
Bebek betutu itu sudah mendunia, sama seperti bebek Peking, tapi yang ini dibakar bukan dikukus dengan tungku berpemanas sekam. Bebek betutu bisa didapat dalam bentuk suiran. Artinya hanya diambil sejumput dicampur dalam nasi campur. Bisa juga dalam bentuk utuh. Artinya kita memesannya secara keseluruhan. Harganyapun tidak seberapa tinggi, lebih murah ketimbang ikan bakar atau sate kambing lengkap dengan soup yang disebut gulai.
Betutu juga menyertakan kuah atau soup yang disebut dengan sayur nangka. Hidangan ini benar benar menggoyang lidah karena rasanya terasa sangat khas. Gurih bisa kita cecap saat betutu menyentuh bagian depan lidah. Sedangkan rasa asam dan manisnya saat si betutu bergerak menuju kerongkonan kita.
Tebal: 125 hal.
Harga: Rp 35.000
Pesanan: w.budiartha@gmail.com
No comments:
Post a Comment