Di kalangan nelayan, lemuru adalah ikan paling gurih, walau harganya paling murah. Menangkapnyapun tidak sepanjang musim seperti ungang, tongkol, jangki maupun hiu. Lemuru hanya muncul ketika angin bertiup kencang dari arah barat. Mereka datang ke teluk Jimbaran untuk bersembunyi sambil bercengkarama atau melepas birahinya. Ketika itulah nelayan setempat dengan jaring yang disebut dengan jaring lembaran menyergap mereka.“Lemuru yang baik adalah yang masih remaja, belum terlalu tua dagingnya kesat dan minyaknya kalau dipanggang tidak terlampau banyak, jadi gurih dan renyah,” ungkap Jibreg, 41 tahun pedagang lemuru di pantai Jimbaran.
Karena sifat lemuru yang membuat badan jadi hangat itulah maka lemuru dipercaya sebagai semacam makanan penambah gairah.
“Lemuru cukup dipanggang setengah matang, diberi taburan garam dan kunyit untuk menghilangkan amisnya, dimakan bersama sambal terasi yang pedas dijamin suami istri akan langsung tancap gas,” tutur Jibreg lagi.
Maksudnya makan lemuru panggang di siang hari jam terbang di malam harinya akan menjadi tahan lama. Karena lemuru mengandung zat aprodiziac yang memicu adrenalin untuk memprodukse sperma lebih banyak.
Sekilo lemuru harganya Cuma Rp 4000, bandingkan dengan jangki yang mencapai Rp 35.000 sekilonya. Padahal sekilo lemuru dagingnya bisa sebanyak satu piring penuh, sedangkan jangki yang tebal Cuma kulit dan tulangnya.
“Jangki tidak disarankan untuk mereka yang ingin menambah gairah, dia hanya untuk menjaga kesehatan karena kolesterolnya rendah juga bagus untuk jantung, tapi tidak bagus dibawa keranjang,” tutur Latri, 31 tahun penjaja lemuru di pantai Jimbaran.
Karena mengetahui khasiat lemuru yang murah tapi dahsayat itulah tak heran bila musim lemuru tiba ikan itu diburu sampai ke arah Nusa Penida oleh nelayan setempat. Mereka menggunakan jaring khusus yang tak membuat kepala lemuru terluka.
Bila sampai terluka darah segar bercucuran dan khasiat penambah gairahnya akan menurun secara drastis. Selain itu daging lemuru yang empuk dan gurih itu memang berbeda dengan tongkol dan jangki.
Tebal: 115 hal.
Harga: Rp 30.000
Pesanan: w.budiartha@gmail.com
No comments:
Post a Comment