Lahir di Gunung Baung Kintamani Made Pitu sejak kecil pindah pindah sekolah. Sempat di Payangan menamatkan SD di Bitra menamatkan SMP dan di Kintamani menamatkan SMA. Kemudian dia bekerja sebagai tukang TV, belajarnyapun tak tanggung tanggung sampai ke Surabaya.
Dari ketrampilannya saat itu dia banyak mendapatkan panggilan untuk memperbaiki TV di rumah. Istilahnya servis di tempat. Suatu sore ketika memperbaiki antena di Gianyar, dia harus memanjat lantai dua sebuah rumah. Tiang antenanya dari pipa sepanjang 6 meter. Ketika disentuh tiang antena membuat menyala test pent yang dibawanya. Belum sempat tahu apa yang terjadi pipa disambar listrik tegangan tinggi sebesar 20 kv. Artinya sekitar 20000 volt. Piting terjerembab dengan tangan kirinya melepuh karena tegangan tinggi itu.
Dia dibawa ke rumah sakit di Gianyar untuk mendapatkan perawatan. Sekitar 6 jam dia koma baru sadar semuanya terasa putih. Dia sempat juga mati suri selama 3 jam. Dan ketika siuman perawat mengatakan jantungnya bandel karena tak sampai meledak. Tapi selama 6 hari dirawat di Gianyar tangannya yang kala terkena strum mengenakan jam tangan terasa kesemutan. Makin lama makin mengecil dan hilang rasa.
Diapun dirujuk kerumah sakit Sanglah yang mengatakan penanganan luka tangan kirinya bermasalah dan mesti di amputasi. Sejak itu dia bertangan satu saja yakni tangan kanan dan terkenal dengan Made Pitung alias Made yang tangannya buntung. Padahal nama aslinnya adalah Made Runa.
Tebal: 115 hal.
Harga: Rp 35.000
Pesanan: w.budiartha@gmail.com
No comments:
Post a Comment