Bagi pria, bersetubuh dengan perempuan ibarat melakukan pembunuhan dengan cara halus, bayangkanlah apa yang terjadi saat mereka melakukan penetrasi bukankah mereka saling menumbuk dan menusuk. Mungkin terlampau vulgar tapi itulah kenyataannya. Tidur dengan seribu perempuan, berarti membunuhi perempuan sebanyak itu pula. Itulah yang dilakoni Kancrut, 55 tahun sejak 30 tahun lampau. Dia meniduri siapa saja, mulai dagang pindang di pasar becek, babu, petani, buruh sampai pernah juga dia tidur dengan pramugari. “Cuma dengan bule yang belum pernah karena bahasa Inggris saya gak bisa,” akunya terus terang. Dia tidak mengawini perempuan yang pernah ditidurinya. Dia juga tak membeli seperti layaknya hidung belang yang membeli kehangatan. Dia berjuang dengan gayanya sendiri. Meniduri 1000 perempuan tentu dengan seribu muslihat pula. Ada yang dengan mengaku jadi juragan padi, bila yang jadi sasarannya adalah buruh tukang tebas. Atau jadi juragan perahu dari Muncar bila yang disasar dagang pindang.
Pada intinya Kancrut harus pintar menipu dan berbohong. Yang penting sasarannya takluk dan bisa digiring di preteli busananya. Kancrut tak pernah kelelahan walau dalam sehari bisa meladeni sampai 5 perempuan, tapi pernah juga dalam sebulan tak berhasil mendapatkan satupun perempuan untuk ditiduri.
Meniduri perempuan seperti kebutuhan makan dan minum baginya. Tak ada kelelahan atau kemalasan. Dengan gaya juragan mangga dan duren dia menebarkan racun yang menggiring siapapun terutama perempuan untuk digiring ke ranjang. Begitulah Kancrut sampai sekarang memiliki 5 cucu dari 7 anaknya dia tetap berkeliaran.
Tebal: 125 hal.
Harga: Rp 35.000
Pesanan: w.budiartha@gmail.com
No comments:
Post a Comment