Wednesday, June 22, 2011

PURA BALI


Disebut sebagai pulau dengan seribu pura karena disetiap kampung kita akan bertemu dengan puluhan pura. Baik pura keluarga maupun pura yang diperuntukkan untuk komunitas.Keluarga biasanya memiliki merajan yang terdiri dari pura kecil beruang tiga dan beruang satu saja. Tapi ditingkat desa mereka memiliki pura dalem, pura desa dan pura puseh yang semuanya disungsung oleh seluruh penduduk di kampung itu.

Ada juga pura kawitan yakni yang disungsung oleh banyak keluarga dari kampung yang berbeda. Mereka datang setiap enam bulan sekali saat piodalan. Bisa dari seluruh Bali.

Sedangkan ditingkat yang lebih tinggi ada yang disebut pura kahyangan jagat. Seperti pura Lempuyang di Karang asem, pura Batukaru di Tabanan, atau pura Besakih dan Uluwati. Yang datang bukan saja umat hindu di Bali tapi juga dari seluruh Indonesia bahkan dari seluruh Dunia.

Terutama kala diadakan yang namanya panca wali krama, upacara piodalan yang jatuhnya 10 tahun sekali. Mereka akan datang selama sebulan penuh karena selama itu pula betara nyejer.

Setiap piodalan di pura yang paling penting tersedia adalah banten. Dan bila upacaranya memerlukan kurun waktu lama maka bantennya sangat mahal. Seperti yang dilakukan desa Kelan belum lama ini. Mereka mengadakan upacara yang terakhir berlangsung 50 tahun yang lalu. Maka tak heran bila banten yang dihabiskan berbiaya sampai Rp 1000 juta.

Tebal: 118 hal.

Harga: Rp 35.000

Pesanan: w.budiartha@gmail.com

1 comment:

  1. pasti happy selalu ya Pak... salam kenal, biar lebih happy.. denger lau2 Bali yuk...
    http://radionakbali.blogspot.com/2011/06/sekar-bumi.html

    ReplyDelete