Batu manik manik banyak bertebaran di bumi nusantara. Tapi batu saja tanpa sentuhan seni tak akan ada artinya. Dan perajin batu monte dari Madura menggunakan kemampuan estetiknya untuk merangkai monte yang menarik. Mereka melubangi bebatuan imitasi dengan aneka macam warna, ada warna pelangi, coklat dan merah saga. Kemudian dengan benang nilon transparan merangkainya menjadi ragam hias. Untuk kalung yang ditambatkan di leher atau untuk gelang tangan dan gelang kaki. Maka bermunculannya toko manik batu di seluruh kawasan wisata di bali. Di Kuta tak kurang 100 toko menjual monte aneka macam ukuran. Harga bersaing, kalung dengan bebatuan yang memikat bisa didapat dengan harga Rp 25 ribu saja. Sedang gelang dan hiasan kaki bisa didapat dengan harga separonya.Perajin biasanya adalah berkelas rumahan. Mereka mendapatkan order dari toko yang memberi bahan baku kemudian rancangan kalungnya. Mereka hanya menggunakan ketekutan untuk merangkainya menjadi aneka macam hiasan. Ongkosnya tak sampai seribu perak peruntainya.
Dalam sehari setiap perajin bisa merangki sampai 100 kalung jadi penghasilannya lebih tinggi dari penghasilan buruh tukang kayu yang hanya Rp 50.000. Tapi pedagang kalung monte juga dalam sehari tak kurang bisa menjual 1000 kalung seribu gelang tangan dan seribu gelang kaki. Karena bule biasanya memborong untuk keluarga sahabat dan tetangganya di kampung halaman.
Tebal: 115 hal.
Harga: Rp 30.000
Pesanan: w.budiartha@gmail.com
No comments:
Post a Comment