Wednesday, June 22, 2011

BALI DI MATA BULE

Bagi mereka yang baru pertama kali ke Bali akan terkagum kagum orang Bali itu hangat, bersahabat, suka menolong, baik hati, murah senyum dan banyak puja dan puji lain. Tapi bagi mereka yang sudah berulang ke Bali akan segera mendapati, ada banyak orang Bali yang baru senyum bila dikibasin dollar. Terutama kala makan di warung, belanja di pasat seni, atau saat berpapasan di jalan. Bagi Amanda, 26 tahun bule asal Brisbane yang telah 8 kali ke Bali kesan mata duitan itu nyata adanya dimanapun.
"Saat turun di Bandara Ngurah Rai, bila kita hanya ngeloyor pergi tanpa meminta bantuan portir, mereka akan meludah seperti membuang sial di depan kita, tapi bila bule yang datang meminta bantuannya mereka akan trengginas seperti orang yang mendapatkan durian runtuh," tutur fligh attendant di maskapai penerbangan international ini. Kesan semacam itu kerapkali membuatnya jengkel, tapi dia tak bisa berbuat apa karena ini negeri orang.
Setelah akrab beberapa lama dengan orang Bali kesan itu semakin terasa dan menjengkelkan. Mereka tidak hangat bersahabat dan suka menolong lagi. "Teman saya yang sudah jelas terjatuh dari sepeda motor, ternyata sampai 10 menit tak satupun yang menolong, setelah dia berteriak agar dipanggilkan taksi dan mengibaskan lembaran $100 barulah ada yang mendekatinya," ungkap Amanda kesal.
Tebal: 128 hal.
Harga: Rp 35.000
Pesanan: w.budiartha@gmail.com

BULE DI MATA BALI



Bule masuk Bali secara sporadis sejak Soeharto berkuasa di tahun 70an. Kuta didominasi bule Australia yang datang untuk main surfing. Cuti seminggu di Bali jauh lebih murah ketimbang mereka liburan di Perth misalnya. Ini sudah termasuk ongkos pesawat penginapan makan dan bersenang senang dengan perempuan muda. Maka bagi mereka Kuta menjadi halaman kedua mereka.
Ketika itu mereka menginap di pension dan penginapan yang menyatu dengan rumah penduduk sewa murah dan di pantai Kuta mereka masih bisa bertelanjang jalan jalan di pantai yang masih bersih. Kemudian investor melirik Kuta karena tahun 74 diselenggarakan PATA Confrense yang mengundang banyak pemilik modal untuk menanam uangnya di sini. Tumbuhlah hotel bintang 5 dengan sewa meningkat 100 kali lipat. Yang datang juga bukan bule bulukan lagi tapi yang berdasi dan berpakaian houte coutour. Artis dunia juga bermunculan. Bule kemudian menjadi dewa baru dan merubah segalanya. Mulai dari dianggap orang yang lebih bermartabat lebih berpendidikan dan lebih pintar. Orang Bali kemudian menjadikan bule sebagai sumber penghidupan disegala lini.
Di sawah karena bule berani membeli sawah dengan harga ratusan juta. Di pantai karena bule berjemur sepanjang pantai dengan membayar mahal minuman dingin sampai bikini dengan harga lumayan tinggi. Di restorant mereka disambut dengan senyum hangat karena berani membeli teh pahit sampai Rp 20.000 pergelasnya. Bule menjadi ikon baru bagi sebagian besar penduduk Bali.
Mereka membangun guest house yang melengkapinya dengan antena penangkap siaran satelite, kolam renang sampai lobby yang setiap hari harus berganti kembangnya dengan jepun dan mawar segar.
Tebal: 112 hal.
Harga: Rp 30.000
Pesanan: w.budiartha@gmail.com

LOVE AND SEX



Selama ini ada banyak misteri dibalik sex. Ada yang bilang dia anugrah terindah membuat orang jadi berbunga bunga dan berdegup kencang saat bertemu dengan orang yang dicinta. Ternyata dalam penelitian terbaru dari Sex Research, perasaan tidak keruan antara senang, takut dan penuh harapan itu disebabkan oleh terganggunya hormon. Menipisnya persediaan hormon sertonin yang menyebabkan rasa kantuk dan menebalnya persediaan hormon depormin yang menimbulkan rasa senang berlebihan, setengah gila, adictif dan bahkan obsesiv compulsif. Hingga tak jarang orang yang sedang jatuh cinta susah tidur, tapi cerah ceria selalu. Malahan terkesan obsesiv pada orang yang dijatuhi cinta.
Dalam penelitian itu relawan diberi rangsangan untuk menambah hormon rasa cinta itu maka tergantung minatnya. Dia bisa tertarik pada lawan jenis, pada benda seperti motor dan bunga atau pada binatang piaraan. Dalam deteksi pengaruh penambahan dan pengurangan hormon cinta dalam otak diketemukan, cinta juga menimbulkan gairah sex yang tinggi. Dan juga bisa mempercepat orgasme.
Dari penelitian ini akan bisa didapatkan teraphy yang tepat untuk mereka yang tidak bisa jatuh cinta tak pernah orgasme dan sebaliknya. Untuk mereka yang sedang cinta buta atau bergairah berlebih. Semuanya ternyat penyebabnya karena adanya produksi hormon oleh kelenjar tertentu di bagian depan otak.
Anda yang tidak bisa jatuh cinta dan tidak bisa orgasme bisa mendapatkan teraphy yang tepat, dengan mengurangi atau menambah kandungan depormin dalam otak anda.
Tebal: 125 hal.
Harga: Rp 35.000
Pesanan: w.budiartha@gmail.com

SLEEP WITH THOUSAND MEN


Kami memanggilnya Mak Kutul, umurnya sekarang ini tak lebih dari 40 tahun. Tapi coba simak prestasinya di ranjang. Dia pernah tidur dengan 100 pria berbeda selama 10 tahun belakangan ini. Ada yang supir angkot, tukang ojek, sampai direktur dan manajer juga. Kenapa karena Mak Kutul yang tukang pijat keliling nyambi sebagai tukang jamu itu memanfaatkan kepiawaiannya memijat untuk menjerat lelaki.

Sambil memijat entah dirumah pasien, di kamar sewaan atau di kamar kosnya dia akan menebar pesona. Memijat sambil mengenakan jarik diatas lutut. Pijatannya bagus, tapi dipijat dengan memamerkan pangkal paha dan selangkangan yang temaram siapa yang tahan.

Belum sampai pijatan ke lima yang biasanya masih berada di sekitar punggung pasien sudah tak tahan. Mak Kutul menyebutnya sebagai kemampuan untuk merontokkan imannya memang kuat.

“Tak jarang saya tidur denga pria yang istrinya adalah teman saya, dia tak curiga karena kami pijat di kamar sambil ketawa ketiwi,” tutur Mak Kutul. Tarip tidak berbeda, untuk pijat normal Rp 40.000 satu jamnya yang komplit juga sebegitu. Kenapa karena Mak Kutul ingin memberi servis lebih katanya untuk mengikat dan membelit pelanggannya. Dan itu berhasil dengan baik.

Tak kurang dari 15 konsumen yang harus diladeninnya dalam seminggu, sebagian besarnya adalah mereka yang pijat komplet artinya usai pijat juga mengajaknya bersetubuh. Tapi Bagi Mak Kutul itu sekaligus juga untuk memecahkan rekor tidur dengan seratus pria dalam setahun. Jadi bisa dibayangkan bila sampai saat ini dia sudah 10 tahun jadi tukang pijat plus plus tak kurang dari 1000 pria yang sudah menidurinya bukan?

Tebal: 125 hal.

Harga: Rp 35.000

Pesanan: w.budiartha@gmail.com

SLEEP WITH THOUSAND WOMAN

Bagi pria, bersetubuh dengan perempuan ibarat melakukan pembunuhan dengan cara halus, bayangkanlah apa yang terjadi saat mereka melakukan penetrasi bukankah mereka saling menumbuk dan menusuk. Mungkin terlampau vulgar tapi itulah kenyataannya. Tidur dengan seribu perempuan, berarti membunuhi perempuan sebanyak itu pula. Itulah yang dilakoni Kancrut, 55 tahun sejak 30 tahun lampau. Dia meniduri siapa saja, mulai dagang pindang di pasar becek, babu, petani, buruh sampai pernah juga dia tidur dengan pramugari.

“Cuma dengan bule yang belum pernah karena bahasa Inggris saya gak bisa,” akunya terus terang. Dia tidak mengawini perempuan yang pernah ditidurinya. Dia juga tak membeli seperti layaknya hidung belang yang membeli kehangatan. Dia berjuang dengan gayanya sendiri. Meniduri 1000 perempuan tentu dengan seribu muslihat pula. Ada yang dengan mengaku jadi juragan padi, bila yang jadi sasarannya adalah buruh tukang tebas. Atau jadi juragan perahu dari Muncar bila yang disasar dagang pindang.

Pada intinya Kancrut harus pintar menipu dan berbohong. Yang penting sasarannya takluk dan bisa digiring di preteli busananya. Kancrut tak pernah kelelahan walau dalam sehari bisa meladeni sampai 5 perempuan, tapi pernah juga dalam sebulan tak berhasil mendapatkan satupun perempuan untuk ditiduri.

Meniduri perempuan seperti kebutuhan makan dan minum baginya. Tak ada kelelahan atau kemalasan. Dengan gaya juragan mangga dan duren dia menebarkan racun yang menggiring siapapun terutama perempuan untuk digiring ke ranjang. Begitulah Kancrut sampai sekarang memiliki 5 cucu dari 7 anaknya dia tetap berkeliaran.

Tebal: 125 hal.

Harga: Rp 35.000

Pesanan: w.budiartha@gmail.com

SEX IN BALI



Suatu malam yang bukan malam minggu, saat berdiri mengagumi bom Bali altar yang berisikan nama nama korban meninggal akibat ulah Amrosi dan kawan kawan. Saya kaget bukan kepalang. Karena malam itu saya tiba tiba dijawil pemuda tanggung yang mengenalkan dirinya dengan nama Ketut. Dia secara berbisik menawarkan pada saya untuk sekedar santai selama satu jam dengan gadis belia. Usianya 21 tahun, taripnya hanya Rp 500.000.
Saya jumawa karena sejam sebelumnya saat sibuk di salah satu warnet dekat situ juga pegawai warnet juga berbisik yang sama, hanya saja yang sebelum ini umurnya 22 taripnya Rp 400. Karena saya mesti buru buru ke pasar untuk belanja sayur dan buah tawaran yang agak aneh itu saya sisihkan dulu. Tapi seminggu kemudian saya bersama Bagus, Terens dan Nino sengaja berburu.
Yang kami dapati adalah sex terselubung macam yang ditawarkan Ketut seminggu lalu memang benar adanya. Malam itu kami sengaja duduk di trotoar dekat Ketut kerap mangkal, hanya dalam waktu 10 menit kami sudah dihampiri. Ketut tak mengenali saya karena malam itu saya mengenakan topi.
Terens yang dari Michigan memilih salah satu gadis yang ditawarkan oleh Ketut, taripnya ternyata bisa turun menjadi Rp 400.000. Tempatnya bolehlah di penginapan Terens yang kala itu bermalam di Lumbung Sari. Kami berpisah dan membagi cerita keesokan malamnya.
Begitulah Bali walau yang dijadikan ikon utama kepariwisataannya adalah budaya, tapi yang namanya sex liar murahan macam itu berseliweran sepanjang malam di kawasan lampu merah di Kuta. Mereka biasanya tinggal di kos kosan kecil. Datang dari beberapa daerah di Jawa Timur seperti Jember dan Lumajang. Bahasa Inggrisnya sekedar you down an me up. Istilah untuk goyang sampai pagi mungkin.

Tebal: 125 hal.
Harga: Rp 35.000
Pesanan: w.budiartha@gmail.com

GIGOLO BALI



Istilah ini muncul sejak bule pertama kali datang ke Bali di tahun 70an. Kala itu kita dengan mudah menemukan pasangan lain warna kulit berkeliaran di pantai Kuta. Jaman hippeis namanya. Mereka memang memanjakan bebas sex dan segala macam ganja heroin dan asis. Beberapa kemudian kawin kemawin dan sekarang anaknya menjadi indo indi yang manis manis. Kemudian di tahun 80an gigolo yang hadir di kawasan Kuta lebih terhormat, mereka lebih perlente dan ganteng ganteng. Modalnyapun bukan lagi sandal jepit dan kaos belel, tapi sudah menggunakan parfum.

Tahun 90an gigolo sempat keder karena merebaknya AIDS, mereka tiarap karena takut mati konyol hanya karena mabuk kepayang pada bule bulukan. Waktu itu kita tak bisa menemukan bule yang berpasangan dengan gigolo lokal. Sampai kemudian di tahun 2000an ketika dokumentar seputar Cowboys In Paradise beredar dan penduduk Kuta marah besar sampai mensweeping seluruh gigolo yang ada di pantai berpasir putih tersebut, alasannya kehadiran mereka mencemarkan nama baik Bali.

Padahal dibawah tanah gigolo tetap eksis, mereka bersembunyi dibalik persewaan payung meja dan dagang minuman dingin. Untuk yang kelas pemula taripnya hanya Rp 100.000 semalaman. Sedangkan yang sudah lihai main silatnya tarip bisa mencapai Rp 500.000 semalamnya. Benny, Charles, Muluk adalah tidak dedengkot gigolo di pantai Kuta.

Dia tidak lagi berburu, tapi pesanan yang datang bertubi tubi. Benny khusus meladeni bule australia, Charles bule eropah sedangkan Muluk mengkhususkan diri pada kuda putih dari rusia.

Tebal: 125 hal.

Harga: Rp 35.000

Pesanan: w.budiartha@gmail.com

MIMPI BALI


Letaknya di kaki Bali, kawasan ini dulunya bernama pantai Cemongkak. Kemudian datang Tommy Soeharto membangun kawasan bernama Pecatu Graha Resort. Tapi yang paling terkenal disana adalah pantai dream land. Pantai yang seperti ada dalam mimpi kita. Pasirnya putih halus seperti sutra. Bila terinjak kaki seperti membuat kaki kita mengunjak kapas dan melayang di bulan. Namun yang paling bagus adalah suasananya yang mendunia. Kita seperti berada di pantai mahal di kawasan Mauritius atau pantai Pataya yang indah itu. Padahal sebelum sampai disini kita meliwati kawasan pegunungan kapur yang gersang.
Dulunya pantai ini hanya dipenuhi cemongkak, cangkang kerang yang digunakan untuk gantungan tirai pintu. Tapi kemudian setelah resort dibangun keadaannya berubah seketika. Penduduk hanya menyempil membangun kiosk kumuh menjual gantungan kunci buatan luar Bali.
Sedangkan turis jetset tidur dibawah payung yang harganya lebih mahal dari rumah penduduk lokal. Tapi menurut bendesa Pecatu Wayan Rebong, hal itu tak membuat penduduk iri. Mereka bekerja dengan tekun tak mengganggu kehadiran turis elite itu. Maka kalau kemudian pelahan dream land menjadi kawasan terindah di Bali tak mengherankan. Karena disana ada suasana pantai Kuta dengan ombak yang tinggi. Ada Sanur dengan keindahan tebingnya yang menawan dan jangan lupa disana juga ada Ubud karena setiap hari kita bisa menyaksikan suguhan atraksi seni yang beragam, mulai dari kechak, barong dan legong.
Tebal: 125 hal.
Harga: Rp 30.000
Pesanan: w.budiartha@gmail.com

BELANJA BALI



Belanja souvenir adalah salah satu atraksi memikat bagi siapapun, baik turis asing maupun turis manca negara. Mereka yang belanja di pasar di Bali harus bersiap dengan yang namanya tawar menawar. Bisa separo harga. Karena harga yang di tawarkan sekitar 5 macam. Harga lokal diperuntukkan untuk turis domestik. Harga teman biasanya untuk mereka yang telah kenal cukup lama karena sudah kerap berkunjung ke Bali.

Mereka juga memberlakukan harga bisnis, untuk mereka yang datang memesan dalam jumlah besar dan akan menjualnya kembali di negaranya. Yang ini biasanya mendapatkan potongan harga sangat tinggi, mencapai 50 persen dari harga di pasaran. Ada lagi harga bule, harga paling mahal karena dikalangan pedagang berlaku rumus, bule itu banyak uang dan harus dikuras kantongnya karena datang dari negara yang jauh untuk menikmati cendera mata yang murah meriah.

Ada lagi yang namanya harga promosi, mereka baru meluncurkan produk baru dan belum memahami berapakah peminat menghargai barang yang belum terkenal itu. Biasanya harganya hanya sekedar menutup ongkos produksi dan sedikit untung. Misalnya patung liberty yang dibuat dari campuran datang ke pasar yang sedang menggelar promosi adalah yang paling disarankan bagi mereka yang ingin belanja.

Ada lagi harga rijeck, atau harga untuk barang eksport yang salah kirim. Mestinya keluar negeri tapi berbelok ke pasar seni. Biasanya barangnya masih bagus, tapi karena kena tumpahan gula atau jahitannya melenceng maka dia bertengger di pasar seni juga. Harganya lebih mahal sedikit dari harga promosi, tapi mutunya sangat baik karena termasuk kategori ekspport.

Tebal: 130 hal.

Harga: Rp 40.000

Pesanan: w.budiartha@gmail.com

DUKUN BALI



Jaman dulu kala orang Bali bila sakit tak akan pergi ke dokter karena mereka percaya pada dukun. Mereka belajar dari lontar taru pramana. Dimana mereka belajar tentang khasiat obat dari lembaran daun lontar.

Disana ada fungsi dan makna setiap akar daun kulit dan bunga tanaman tertentu. Disamping itu orang Bali percaya penyakit bisa datang dari segala penjuru, dari angin, dari api dan dari tanah. Juga bisa disebabkan oleh tetangga, oleh leluhur juga oleh binatang seperti ular, monyet dan sejenisnya.

Dukun biasanya disebut balian, mereka menggunakan tiga macam kekuatan magis untuk menyembuhkan pasiennya. Menggunakan acep atau kemampuan berkonsentrasi. Untuk mendapatkan obat tertentu mereka bersila di kamar suci meminta kepada sungsungan atau mereka yang dijadikan panutan. Bila mendengar bisikan tertentu mereka menggunakan bisikan itu sebagai obat.

Ada juga dukun yang menawarkan ucap, yakni mereka berucap seperti penderita paranoia dalam keadaan kumat. Bila yang terdengar hal yang aneh misalnya mengobati sakit mata dengan campuran minyak jelantah kadang kita tak boleh membantahnya juga. Karena si dukun dalam keadaan transendense. Terima saja, pasti sembuh berkah kehendak sesungsungan mereka.

Ada juga yang menggunakan usap dalam pengobatannya. Usap adalah sentuh, mereka memercayai sentuhan bisa menyembuhkan sakit tertentu. Misalnya sakit perut, sakit kepala atau sakit kaki. Maka bila dukunnya tidak tahan yang disentuh sampai hal muskil misalnya payudara dan kemaluan si pasien. Bila pasiennya tidak terima ini yang kemudian menjadi peristiwa dukun cabul dan kerapkali menyeret pelakunya masuk bui.

Tebal: 105 hal.

Harga: Rp 30.000

Pesanan: w.budiartha@gmail.com